Mengejar Tingkat Ketipisan

Daun emas digunakan dalam berbagai karya seni, kerajinan tangan, dan objek arsitektur di seluruh dunia. Daun emas yang dibuat di Jepang sangat dikagumi berkat tingkat ketipisan serta kilaunya yang memukau. Daun emas berkualitas tinggi ini dibuat oleh tangan-tangan yang terampil serta ketekunan yang lazim ditemukan pada pengrajin-pengrajin Jepang.

Mendapatkan Ketipisan yang Sempurna

Kinkaku-ji, dikenal juga dengan nama kuil emas, yang keseluruhannya dilapisi dengan emas.

Sejarah tentang daun emas telah dimulai sejak lama. Konon, daun emas dibuat di Mesir pada masa sebelum masehi. Lalu proses pembuatannya mulai tersebar di seluruh dunia, bahkan tercatat telah digunakan pada pembuatan patung Budha di Jepang, 1200 tahun yang silam. Tingkat ketipisan daun emas yang diproduksi di Jepang kira-kira mencapai 1/10,000 mm.

Hal tersebut merupakan batas ketipisan dimana bentuk aslinya masih dapat dipertahankan. Tingkat ketipisan ini dapat dibentuk dengan cara memukul bahan bakunya hingga sekitar 50,000 kali, sehingga emas seberat 2 gram dapat menghasilkan daun emas dengan permukaan 1.65 m2. Kebanyakan daun emas yang diproduksi di negara lain lebih tebal 10% hingga 20% jika dibandingkan yang diproduksi di Jepang.

Beberapa negara juga tidak memproduksi daun emas dengan kualitas yang stabil; bahkan daun emas tersebut biasanya dijual dengan keadaan berlubang serta tingkat ketipisan yang tidak konsisten.

Semangat Pengrajin Jepang yang Tidak Pernah Berkompromi Soal Keindahan

Orang-orang mungkin bertanya: Mengapa bersusah payah membuat daun emas menjadi sangat tipis? Alasannya adalah semakin tipis daun emas, semakin terpancar pula kilaunya. Daun emas yang tebal, seperti yang diproduksi negara lain, menghasilkan kilau yang pudar.

Demi mendapatkan keindahan emas yang sesungguhnya, serta pantulan cahaya yang memukau, pengrajin emas berupaya keras untuk mencapai tingkat ketipisan yang sempurna. Selain itu, daun emas yang tipis dapat melekat dengan sangat baik pada material tempatnya dilekatkan.

Di tempat ini, daun emas digunakan untuk mendekorasi kotak-kotak yang ada dengan indah.

Daun emas yang tipis dan lembut ini dapat mengekpresikan dengan tepat serta rinci proses pembuatan kerajinan tangan dan seni ukir Jepang yang rumit. Daun emas dengan tingkat ketipisan yang sempurna diproduksi karena pengrajin Jepang menolak berkompromi soal keindahan.

Mereka menemukan kebahagian dalam mengasah kemampuannya dan dalam usaha pencarian teknik baru yang lebih baik. Berkat spirit keterampilan inilah sehingga daun emas kualitas dunia dapat dihasilkan.

Daun Emas Mencerminkan Budaya Jepang

Daun emas yang diproduksi oleh pengrajin Jepang telah digunakan pada dunia arsitektur dan kerajinan tangan yang mempresentasikan Jepang. Kinkaku-ji, kuil yang menggunakan 200,000 daun emas, merupakan simbol Jepang dan Kyoto yang dikunjungi banyak orang, baik dari Jepang maupun negara lain setiap tahunnya.

Kilau kemewahan daun emas yang ditemukan pada kotak kerajinan tangan Jepang sangat mendetail – dan menunjukkan dengan jelas sebuah kerajinan tangan yang sangat dicintai oleh orang Jepang sejak jaman dulu. Sejak saat itu, daun emas lahir dan terus berevolusi dengan budaya kerajinan Jepang dan kilaunya akan terus berlanjut untuk memancarkan keindahan Jepang.

Budaya Jepang amat lekat dengan hal-hal yang berukuran kecil. Tapi percayakah Anda kalau budaya tersebut kini juga lekat dengan hal-hal yang berukuran mikroskopis?

Tags :  BUDAYA , WARM JAPAN