LUMIX Brand Site

LUMIX STORIES

Burung-burung yang menarik - Jon Bryant

Pause

Robin redbreast, burung Eropa yang terkenal sering terlihat selama musim dingin
LUMIX GH4 dengan LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S.(H-RS100400) 
1/320 dtk, F6.3, ISO 2000

Burung jantan pemakan serangga dengan kepala hitam dan kerah putih yang khas
LUMIX GH4 dengan LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S.(H-RS100400) 
1/250 dtk, F5.4, ISO 1600

Burung hantu kecil, burung-burung ini difoto secara musiman pada bulan Juni dan Juli saat membuat sarangnya 
LUMIX GH4 dengan LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S.(H-RS100400) 
1/80 dtk, F6.3, ISO 1600

Burung auk Atlantik Utara, salah satu populasi besar di cagar alam RSPB Bempton Cliffs, Inggris
LUMIX GX8 dengan LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S.(H-RS100400) 
1/800 dtk, F6.3, ISO 1000

Jon Bryant telah mendapatkan penghargaan yang besar untuk fotografer burung di sepanjang kariernya sebagai fotografer satwa liar. Saat Panasonic mengumumkan peluncuran lensa LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S. (H-RS100400), ia tahu karyanya akan menjadi pengubah permainan: ‘Saya bahkan bisa memotret burung-burung kecil Eropa’.

‘Fotografi burung merupakan bidang yang sangat menantang dan luar biasa terspesialisasi’ sebut Jon Bryant, yang mengategorikan dirinya sebagai fotografer satwa liar dan pemandangan pertama dan terkemuka, bukan fotografer spesialis burung. Namun tahun lalu, ada yang berubah saat Panasonic mengumumkan peluncuran lensa LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S.(H-RS100400). ‘Lensa ini memiliki panjang fokus 35mm yang setara dengan 200-800mm, membuatnya sangat ideal untuk fotografi burung. Kemampuan untuk fokus pada subjek sekecil itu dan mengisi bingkai yang dimaksudkan, untuk pertama kalinya saya memiliki alat yang tepat untuk pekerjaan ini dengan harga yang sangat terjangkau, dan dengan keunggulan tambahan bahwa berat lensa kurang dari satu kilo. Lensa ini merupakan pendamping yang tepat untuk kamera LUMIX saya.

Jon memutuskan untuk fokus pada fotografi burung, dan lebih tepatnya pada fotografi burung Eropa karena tiga alasan utama. ‘Pertama, ini merupakan bidang yang begitu menantang dari perspektif kamera dan panjang fokus yang diperlukannya seimbang. Kedua, saya memikirkan jika saya semakin membaik dengan memotret burung, maka keahlian dan keterampilan kamera satwa liar saya juga semakin meningkat, dan itu hal yang bagus untuk perjalanan fotografi saya sendiri. Dan ketiga, setelah menghabiskan tiga tahun terakhir berkonsentrasi terutama pada satwa liar Afrika, fotografi burung jadi begitu mudah diakses, karena burung ada di sekeliling kita’.

Jon juga memusatkan perhatiannya pada fotografi tersembunyi untuk membidik burung, yang memungkinkan fotografer tetap tersembunyi sekaligus dekat dengan subjek tanpa mengganggu lingkungan. ‘Dengan fotografi jenis ini, ada empat hal penting untuk dipertimbangkan guna mendapatkan gambar yang menakjubkan: cahaya, subjek, komposisi, dan perilaku,’ jelas Jon. ‘Mendapatkan cahaya yang cukup untuk fotografi burung adalah hal yang penting. Mungkin merupakan unsur terpenting agar dapat membidik dengan mode prioritas aperture dan mendapatkan kecepatan rana yang lebih cepat untuk membekukan aksi. Cahaya juga menciptakan atmosfer, kontras, dan suasana hati dalam gambar burung, terutama dengan potret burung.’

Komposisi adalah aspek penting dari semua jenis fotografi, dan satu aspek mendasar namun sering diabaikan dalam fotografi satwa liar adalah latar belakang yang bersih. Dengan latar belakang bersih dan lembut, membuat burung jadi sentral. Akhirnya, tantangannya adalah mengantisipasi gerakan perilaku burung, subjek kecil yang bergerak cepat, bisa menjadi sangat sulit.'

Jon merasa sangat puas dengan keputusannya untuk fokus pada fotografi kehidupan burung Eropa, dan ia menyimpulkan: ‘Tanpa tambahan lensa LEICA DG VARIO-ELMAR 100-400mm / F4.0-6.3 ASPH. / POWER O.I.S. (H-RS100400), mendapatkan pandangan yang begitu dekat ke dunia burung, pasti tidak akan mungkin.’

Jon Bryant

Jon Bryant

Jon Bryant adalah seorang fotografer satwa liar dan pemandangan.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai videografer, Jon merupakan pengadopsi awal generasi baru kamera diam/video hybrid mirrorless.
Jon secara rutin mengunjungi Afrika Selatan untuk mendokumentasikan satwa liar dan sejarah alam.
[instagram] @jonntybryant