Rp #,### 000 010 //panasonic-indonesia.ibrandiq.com/id/Widgets/Fluid/{0} //panasonic-indonesia.ibrandiq.com/Products/MultipleInStock/Fluid/{0}

Pilih Warna
Retail Sales Price: Beli Buy from Panasonic Where to Buy

Kepulauan Aeolia dan Sisilia

Kepulauan Aeolia dan Sisilia

Fotografer Italia, Marco Crupi melakukan perjalanan ke Kepulauan Aeolia, sebuah kepulauan vulkanik di utara Laut Tyrrhenia di Sisilia. ‘Setiap pulau memiliki keragaman dalam hal budaya dan kealamiannya. Tujuan saya adalah membuat laporan foto terbesar yang pernah ada tentang Sisilia dan kawasan di sekitarnya.’ Ia membawa LUMIX S1 untuk menemani perjalanannya. ‘LUMIX S1 adalah kamera yang memungkinkan para fotografer untuk memotret pada kondisi cahaya atau cuaca apa pun}.’

Marco sangat mencintai kawasan ini. Pada tahun 2017, ia melakukan petualangan besar. Bersama temannya dan rekan seperjalanan, Tommaso Ragonese, ia meluncurkan sebuah proyek. Mereka bersepeda di sekitar Sisilia selama 80 hari. ‘Kami ingin menemukan kembali dan merasakan asal-muasal kami. Selama perjalanan ini, kami menemukan bahwa umumnya anak muda Sisilia meninggalkan pulau ini karena adanya kebutuhan mendesak atas perubahan yang positif.’  
Pengalaman tersebut menandai lahirnya situs web slow-sicily.com. Harapan mereka? Untuk menunjukkan kepada para wisatawan serta penduduk lokal apa yang dapat ditawarkan oleh kawasan ini. ‘Para wisatawan harus meninggalkan pulau ini dengan merasakan pengalaman sisi paling autentik dan paling memperkaya kemanusiaan. Jika mereka meluangkan waktu dan membenamkan diri, mereka dapat memberikan dampak pada masyarakat lokal: dalam hal ada kebutuhan mendesak terhadap informasi yang bermutu, baik online maupun offline, yang kami upayakan untuk berikan di situs web ini. Warisan lingkungan dan budaya kita perlu untuk diakui dan dilestarikan. Sisilia perlu melibatkan warga Sisilia; perlu melibatkan pengunjung dan wisatawan. Menciptakan kesadaran dan keterlibatan tersebut adalah misi kami.’

Untuk situs web, Marco memutuskan untuk mengunjungi Kepulauan Aeolia. ‘Pada tahun 2000, kepulauan ini mendapatkan gelar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Setiap pulau memiliki kualitasnya sendiri. Ada banyak hal untuk didokumentasikan: pemandangan yang indah, gunung berapi, berbagai tradisi keagamaan dan masih banyak lagi.’
Salah satu kepulauan yang kami kunjungi, Lipari, memiliki sejarah yang besar. ‘Ada situs arkeologi yang berasal dari tahun 4000 SM, belum lagi pemukiman Yunani, Romawi, Arab dan Norman yang hadir berturut-turut dari waktu ke waktu.’ Pulau Vulkano ini menarik perhatian para wisatawan dari seluruh dunia. ‘Pemandangan dari puncak gunung berapi ini sangat spektakuler. Kata “berapi", dan padanannya dalam beberapa bahasa Eropa, diturunkan dari nama pulau ini, yang diturunkan dari Vulkan, Dewa api Roma.’
Salina merupakan Pulau Aeolia favoritnya. ‘Mungkin karena pulau ini yang paling subur. Saya senang berjalan menyusuri perkebunan anggur tempat anggur Malvasia delle Lipari yang manis diproduksi. Salina juga terkenal karena bijian capers-nya yang diekspor ke seluruh dunia. Dan juga terkenal karena pemandangannya yang menakjubkan di area seperti Belvedere dan Pollara. 

Dari sini, Anda dapat melihat matahari terbenam yang spektakuler yang diakui secara luas sebagai salah satu yang paling indah di dunia.’ Selama perjalanan pertamanya ke kepulauan ini dengan LUMIX S1, ia fokus terutama pada pemandangan dan arsitektur. Ia menggunakan lensa 24-105mm f4. Apa yang ia sukai dari kamera ini? ‘Dengan kamera ini, Anda dapat memotret pada kondisi cahaya apa pun. Saya bahkan dapat memotret di malam hari dari kapal. Selama matahari terbenam di pulau Vulkano ini, saya menyadari betapa kuatnya kamera ini: dapat menangkap semua nuansa warna di langit. Saat saya melihat foto tersebut, saya merasa seperti kembali ke tempat itu pada momen yang indah tersebut.

Berkat rentang dinamis yang besar dalam pascaproduksi, saya dapat dengan mudah mengembalikan detail dalam sorotan dan bayangan. Kamera Panasonic LUMIX S1 memungkinkan para fotografer memotret dalam kondisi cahaya atau cuaca apa pun.’ Bepergian dengan satu kamera dan beberapa lensa dapat menjadi satu tantangan. Bagi Marco, ini bukanlah masalah. ‘Saya berjalan sekurangnya 20 kilometer sehari dengan LUMIX S1 untuk mencari lokasi terbaik bagi bidikan saya. Selama dalam perjalanan, kamera saya sering terkena debu, panas, dan cuaca buruk, namun sejauh ini, bodi kamera Panasonic dapat bertahan menghadapi semua itu.’ Ia berniat untuk kembali ke kepulauan tersebut pada musim gugur dan musim dingin untuk memotret kehidupan para penduduknya.

Marco Crupi

Marco Crupi

Seorang penulis dan fotografer profesional, Marco Crupi tinggal dan bekerja di Messina, Sisilia, tempat ia dilahirkan.   Ia telah menulis blog sejak tahun 2008, yang merupakan bacaan wajib bagi banyak fotografer dan menjadi salah satu yang terpopuler di Italia. Kolaborasinya dengan banyak merek dan perusahaan terkenal telah menganugerahinya pengakuan dunia, dan buku petunjuk fotografi yang ia tulis, Eye, Mind and Heart (Mata, Pikiran, dan Hati), telah menjadi bestseller di lulu.com sejak 2012. Karya Marco secara berkala muncul online dan tercetak di banyak majalah dan jurnal nasional dan internasional. Meskipun minatnya yang utama adalah reportase dan fotografi jalanan, ia juga memotret bidang olahraga dan bentang alam dan melakukan pekerjaan studio.

Kunjungi Profil Duta Marco Crupi

Produk-produk yang digunakan dalam artikel ini

/id/consumer/wheretobuy.html false false S-X50GC S-X50GC false
/id/consumer/wheretobuy.html false false S-R70200GC S-R70200GC false
/id/consumer/wheretobuy.html false false S-R24105GC S-R24105GC false